Pasalnya, menurut Dave, aksi 212 yang dilakukan pada 2 Desember 2017, menyerukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah melakukan penistaan agama. "Pemilu sudah selesai, Pilkada sudah selesai, Pak Ahok sudah masuk penjara, sudah keluar malahan. Jadi apalagi yang mau diharapkan? Gitu," paparnya.
Anggota Komisi I DPR RI ini berharap, rencana aksi tersebut dipertimbangkan kembali, jika tujuannya hanya untuk berkumpul, menunjukkan kekuatan, serta memamerkan massa yang besar.
"Jadi kepentingannya untuk apa? Kecuali memang ada pertimbangan lain, ya oke. Tapi kalau misalnya hanya untuk menunjukkan kekuatan, memiliki massa yang besar, itu semua targetnya untuk apa? Itu yang harus dipertimbangkan lah," ujar Dave.
Baca Juga: Alumni 212 Minta Sukmawati Diproses Hukum dan Habib Rizieq Diizinkan Pulang
(Arief Setyadi )