PYONGYANG - Korea Utara mencela Presiden AS Donald dengan, menjulukinya "pria tua yang lalai dan tak tentu arah.
Julukan dari Korut keluar setelah Trump mencuit soal pemimpin Kim Jong-n, bahwa Korut bisa kehilangan segalanya jika mengambil sikap bermusuhan dengan AS.
Kim Yong Chol, seorang pejabat senior Korea Utara dan mantan negosiator nuklir, mengatakan dalam sebuah pernyataan melansir AP News, Selasa (10/12/2019) Korut tidak akan menerima tekanan AS karena tidak ada ruginya. Korea Utara menuduh Trump berusaha mengulur waktu sebelum tenggat akhir tahun yang ditetapkan oleh Kim Jong-un bagi AS untuk menyelamatkan perundingan nuklir.
Trump mencuit bahwa Kim "terlalu pintar dan bisa kehilangan segalanya, jika dia mengambil sikap bermusuhan. Dia menandatangani Perjanjian Denuklirisasi yang kuat dengan saya di Singapura."
"Dia tidak ingin membatalkan hubungan istimewanya dengan Presiden Amerika Serikat atau mengganggu Pemilihan Presiden AS pada November. Korea Utara, di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, tetapi harus melakukan denuklirisasi seperti yang dijanjikan, " Trump menambahkan.
Baca juga: Korut: Terserah pada AS untuk "Pilih Hadiah Natal" yang Diinginkan
Baca juga: Trump Bela Biden yang Disebut Korea Utara Anjing Gila
Perjanjian Denuklirisasi yang dirujuk adalah pernyataan tidak jelas yang dikeluarkan oleh Trump dan Kim selama pertemuan puncak pertama mereka di Singapura pada Juni 2018 yang menyerukan Semenanjung Korea yang bebas nuklir tanpa menjelaskan kapan atau bagaimana hal itu akan terjadi.