Inilah Perubahan Arab Saudi dari Negara Ultrakonservatif Menuju Moderat

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Selasa 10 Desember 2019 17:02 WIB
Dua wanita memegang bendera Arab Saudi. (Foto/Reuters)
Share :

PUTRA MAHKOTA ARAB SAUDI MOHAMMED BIN SALMAN yang juga menjabat sebagai deputi Perdana Menteri, melakukan serangkaian perubahan sosial dan budaya untuk menghapus citra Arab Saudi sebagai negara Kerajaan Islam ultrakonservatif.

Terbaru, restoran di negara itu tidak lagi diharuskan memisahkan pintu masuknya berdasarkan jenis kelamin. Sebelumnya, restoran wajib untuk memiliki satu pintu masuk untuk keluarga dan wanita, dan yang lain untuk pria yang datang sendiri.

Perubahan yang dilakukan Mohammed bin Salman juga berimbas kepada turis yang datang ke Arab Saudi. Sebelumnya pasangan wisatawan yang belum menikah dilarang untuk menginap dalam satu kamar, kecuali menunjukkan bukti bahwa mereka adalah pasangan yang telah menikah.

Dampak reformasi juga dirasakan kaum perempuan Arab Saudi. Salah satunya, perempuan Arab Saudi kini boleh mengendarai mobil sendiri. Berikut reformasi yang merubah Arab Saudi menjadi lebih moderat.

2015

Perempuan-perempuan Arab Saudi untuk pertama kalinya diperbolehkan mendaftarkan diri sebagai kandidat pemilihan daerah di kerajaan Muslim ultrakonservatif.

Baca juga: Feminisme Tidak Dikriminalisasi di Arab Saudi

Baca juga: Pertunjukan Gulat Pertama Kali Berlangsung di Arab Saudi: Pegulat Perempuan Kenakan Kaus Longgar

Saat itu, perempuan-perempuan mulai mendaftarkan diri sebagai pemilih di pusat-pusat pemilihan yang dikelola oleh staf, yang seluruh anggotanya adalah perempuan.

2017

Raja Salman bin Abdulaziz al Saud mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa perempuan dapat memperoleh surat izin mengemudi (SIM).

Dekrit sang raja memberikan instruksi agar badan kementerian segera dibentuk untuk memberikan nasihat dalam waktu 30 hari. Perintah tersebut baru akan diimplementasikan pada Juni 2018.

2018

Pemerintah Arab Saudi untuk pertama kalinya dalam sejarah membuka pendaftaran untuk perempuan yang ingin bergabung dengan militer. Para perempuan memiliki waktu sampai Kamis, 1 Maret 2018 untuk mendaftarkan diri mengisi posisi sebagai tentara di Provinsi Riyadh, Al-Qassim, Makkah dan Madinah.

Peran yang dapat diisi para perempuan itu tidak melibatkan pertempuran, tetapi akan memberi mereka kesempatan untuk bekerja di bidang keamanan.

Persyaratan pendaftaran mencakup 12 hal yang harus dipenuhi para peminat, termasuk warga negara Arab Saudi, berusia antara 25 sampai 35 tahun dan memiliki ijazah sekolah menengah atas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya