"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perkim, nanti akan dikirimkan kesini, sebagai pengganti WC sementara selama pembuatan jamban," ujarnya.
Sementara itu, pemilik usaha kontrakan, Winata, mengakui kesalahannya serta memohon maaf kepada warga sekitar atas tidak tersedianya fasilitas jamban bagi penghuni kontrakan yang dikelolanya.
"Saya mohon maaf pada warga sekitar dan pihak pemerintah, saya berjanji akan menyelesaikan secepat mungkin," ungkapnya.
Sebelumnya, warga kelurahan Koang Jaya, kecamatan Karawaci diresahkan oleh adanya kotoran manusia yang memenuhi saluran air. Hal tersebut mengganggu aktivitas warga sekitar dan sudah berlangsung lama, namun tidak ditanggapi oleh RT dan RW setempat. Pemilik kontrakan mengaku belum memiliki dana untuk membuat jamban sehingga membiarkan penghuni kontrakannya membuang sisa-sisa aktivitas mandi, cuci, dan buang air ke saluran air.
(Khafid Mardiyansyah)