WASHINGTON - Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat (AS) telah menyetujui dua dakwaan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, yang mendorong proses menuju pemungutan suara penuh DPR.
Artikel-artikel pemakzulan yang didukung oleh Partai Demokrat dan ditentang oleh Partai Republik, diperkirakan akan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Demokrat dalam pemungutan suara pekan depan, di mana Trump akan menjadi Presiden AS keempat yang menghadapi pemakzulan.
BACA JUGA: Nancy Pelosi: DPR AS Akan Ajukan Dakwaan Pemakzulan Terhadap Trump
Persidangan di DPR pada Jumat hanya berlangsung selama sekira sepuluh menit sebelum dua pasal pemakzulan, yaitu penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres, disahkan oleh 23 suara berbanding 17.
Pemungutan suara itu semula diperkirakan akan terjadi pada Kamis, tetapi ditunda setelah lebih dari 14 jam perdebatan sengit. Partai Republik mengkritik keputusan itu oleh Ketua Partai Demokrat Jerry Nadler, menuduhnya mendorong kembali pemungutan suara untuk memastikan lebih banyak liputan TV.
Pimpinan Partai Demokrat AS, Jerry Nadler. (Getty Images)
Dalam pasal penyalahgunaan kekuasaan, Trump dituduh meminta sebuah negara asing untuk membantunya secara politis dengan mencoba memaksa Ukraina untuk meluncurkan penyelidikan korupsi terhadap saingan politiknya, Joe Biden, seorang calon presiden dari Partai Demokrat.
Dia juga dituduh menghalangi Kongres karena gagal bekerja sama dengan penyelidikan DPR.
Tokoh-tokoh Partai Demokrat terkemuka menyetujui pasal-pasal pemakzulan yang dijelaskan lebih dari sembilan halaman. Mereka mengatakan bahwa Trump "mengkhianati bangsa" dengan bertindak "korup".
Nadler membuat pernyataan singkat kepada wartawan setelah pemungutan suara, menyebutnya sebagai "hari yang sungguh-sungguh dan menyedihkan" dan berjanji bahwa DPR akan "bertindak cepat".
Tetapi anggota Kongres dari Partai Republik Matt Gaetz mengatakan: "Untuk Demokrat, pemakzulan adalah narkoba mereka."
BACA JUGA: Faksi Republik Rencanakan Pembelaan Kuat Menentang Pemakzulan Donald Trump
Berbicara dari Ruang Oval Gedung Putih bersama presiden Paraguay, Trump menyebut proses pemakzulannya sebagai "perburuan penyihir", "penipuan" dan "hoaks". Dia mengatakan Demokrat "meremehkan pemakzulan" dan menambahkan bahwa mereka "menjadikan diri mereka sendiri sebagai bahan tertawaan."
"Ini hal yang menyedihkan bagi negara ini, tetapi tampaknya sangat baik bagi saya secara politis," tambahnya sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (14/12/2019).