KOTA MALANG – Gergaji jadi alat empat tahanan Polresta Malang Kota untuk kabur. Namun hingga kini belum ada titik terang soal asal gergaji.
Shokib Yulianto, otak tahanan kabur menuturkan, ia mengambil gergaji dari tukang yang tengah memperbaiki instalasi air di ruang tahanan. Namun keterangan Shokib berbeda dengan Andrian Fairi yang diamankan pertama kali.
"Ada yang bilang dari besukan (dapat gergajinya), ditaruh di kotak roti, tapi kurang tahu jelas. Saya tidak jelas," ujar Andrian Fairi, saat dikonfrontasi di Mapolresta Malang Kota, Senin (16/12/2019).
"Yang gergaji saya dan Bayu Rabu siang nyicil. Lama gergajinya dua minggu lebih. Saat gergaji ada yang tahu sebagian, saya curi dari tukang," kata Shokib.
Shokib dibantu Bayu Prasetyo dan Nur Cholis untuk menggergaji jeruji besi. Sedangkan tahanan kabur lainnya, Andrian Fairi tak ikut dalam proses ini.
"Ikut menggergaji saya tahunya dari Shokib. Tidak tahu asal gergajinya darimana. Yang tahu mas Shokib," jawab Nur Cholis.