Hal ini sejalan dengan program Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang merumuskan gagasan sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) yang berada di setiap kecamatan. Pengendalian pangan dan pertanian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan.
EWS sebagai Peringatan Dini Pemerintah
Sejak pertengahan September lalu, EWS bawang merah telah memberikan informasi sekaligus peringatan dini atas kondisi bawang merah pada November-Desember 2019. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat ketersediaan bawang merah di bulan November dan Desember mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Produksi Desember hanya 96 ribu ton, terbesar ditopang dari Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Pada Januari, surplus produksi tercatat di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan sejumlag 140 ribu ton. Musim kemarau berkepanjangan disinyalir menjadi penyebab utama keterlambatan tanam yang berimbas pada penurunan produksi 2 bulan berikutnya," jelas Anton.
Meski terdapat penurunan produksi, EWS juga mencatat masih tersedianya stok (carry over) bawang merah dari hasil panen di bulan-bulan sebelumnya sebanyak 200 ribu ton. Akumulasi pada Desember 2019 yaitu 190 ribu ton. Stok sebanyak itu diidentifikasi tersebar di petani (sebagai persediaan benih), gudang penyimpanan petani/pengepul, industri serta di rumah tangga seluruh Indonesia.
Sebagaimana diketahui, bawang merah kering mampu disimpan hingga beberapa bulan. Dengan demikian, meskipun di bulan tertentu produksi berkurang, sejatinya stok tetap mencukupi. Berdasarkan EWS bawang merah, neraca kumulatif pada Desember sampai dengan Januari 2020 ini dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.