''Pengemudi seharusnya menggunakan gigi rendah dengan kecepatan rendah. Pengemudi diduga tidak sesuai dengan prosedur. Di lokasi tidak ada jejak pengereman,'' kata Wildan, Kamis (26/12/2019).
Kecelakaan bus Sriwijaya, sampai Wildan, bukan masalah over kapasitas muatan. Namun, kejadian ini adanya masalah rem yang tidak bekerja. Sehingga bus Sriwijaya masuk ke jurang di liku Lematang Indah Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dipo Selatan, Kota Pagaralam.
''Mobil ini masuk jurang karena tidak bisa ngerem. Remnya blong,'' ujar Wildan.
Kecelakaan bus jurusan Bengkulu-Palembang di Pagar Alam, jelas Wildan, disebabkan ada prosedur yang tidak dijalankan. Di mana, kecelakaan dapat terjadi karena beberapa penyebab. Seperti, teknologi, ada prosedur yang tidak dijalankan, human error dan sistem lalu lintas.