DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang Sumber Daya Air (SDA) telah siaga menyiapkan strategi menghadapi kemungkinan banjir dengan membentuk satgas banjir.
Nantinya sejumlah petugas satgas banjir SDA Kota Depok ini akan siap siaga selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam diantaranya tanah longsor dan banjir.
Meskipun banyak suka duka yang dihadapi petugas dilapangan dalam menjalankan tugas, ternyata mereka juga mempunyai impian besar yang belum terwujud. Mimpi itu tak lain menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebab selama bertugas belasan hingga puluhan tahun petugas SDA Kota Depok Masih berstatus sebagai pegawai honorer.
"Harapan kami kepada Pemkot Kota Depok bisa mengangkat kita tenaga honorer ke PNS karena banyak dari kita yang bekerja belasan tahun bahkan puluhan tahun masih menjadi tenaga honorer, kami pengen ada kepastian dalam karir," ucap Ujang Asmat di kantor Dinas PUPR Kota Depok, Jumat (27/12/2019).
Ujang mengaku, walaupun menjadi tenaga honorer di bidang SDA rasa syukur tetap ia panjatkan kepada Tuhan, karena pendapatan yang diterima dirasa cukup untuk sekedar makan bersama istri dan 3 orang anaknya. Akan tetapi bekerja sebagai tenaga honor seringkali membuat dirinya tidak tenang lantaran tidak ada kepastian status pekerjaan.
"Kesejahtraan kalau dibilang cukup ya kita cukupi walaupun pasti ada kurangnya, kita kerja sesuai UMR aja karena sudah keputusan pemkot depok sekira 3 juta lebih. Kalau diangkat PNS kan tenang ada jaminan hari tua gak takuk habis kontrak," jelasnya.