Mulanya motif penganiayaan tersebut disebabkan karena pelaku emosi terhadap korban. Korban diketahui pernah memukul anak pelaku secara tidak sengaja dengan menggunakan sapu, hingga menyebabkan anak dari pelaku itu mengalami luka di bagian kepala.
Setelah melakukan kekerasan, oknum orangtua murid yang belum diketahui identitasnya tersebut, langsung meninggalkan ruangan kelas tanpa merasa bersalah.
"Ditengarai tindak kekerasan tersebut berlangsung dihadapan orangtua murid lainnya di sekolah yang sama," ujar Bondan.
Korban ditampar saat pihak sekolah melakukan penerimaan rapor untuk murid sekolah dasar yang dihadiri oleh para orangtua siswa, sebelum masa libur tahun baru 2020 tiba.
(Edi Hidayat)