JAKARTA - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga menilai, sinergitas pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta diperlukan dalam mengatasi persoalan banjir di Ibu Kota. Masalah banjir kerap menghantui masyarakat manakala hujan turun dengan intensitas tinggi.
"Semua langkah perlu sinergitas pusat dan daerah, tidak mungkin jalan sendiri-sendiri," ujar Nirwono kepada Okezone di Jakarta, Jumat (3/1/2019).
Menurut Nirwono, bencana banjir yang berlangsung saat ini telah membuktikan bahwa Pemprov DKI tidak siap mengantisipasi bencana musiman tersebut.
Apalagi, lanjut dia, program penataan bantaran kali juga masih terhenti lantaran adanya perbedaan pandangan antara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono soal konsep penanganan normalisasi atau naturalisasi kali terkait penanganan banjir di Ibu Kota.
"Serta pembebasan lahan di bantaran kali yang tidak berlanjut, meski pada Juni lalu sempat banjir di permukiman bantaran kali," terangnya.
Nirwono menerangkan, program revitalisasi mulai dari situ, danau, embung, waduk juga berjalan lamban karena masih adanya kendala dalam pembebasan lahan. Padahal, mulai dari danau hingga waduk tersebut perlu dikeruk atau diperdalam agar bisa menampung lebih banyak air.
"Banjir membuktikan pula masih buruknya sistem saluran air kota Jakarta, yang sangat tidak memadai. Saluran air di Jakarta hanya 33 persen yang berfungsi dengan baik," imbuhnya.
Banjir di Vila Nusa Indah (Foto: Ist)
Nirwono menjelaskan, penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga tidak dilakukan secara signifikan. Alhasil, daerah untuk resapan air juga tak banyak yang mengakibatkan bencana banjir melanda Ibu Kota pada awal tahun baru.
"Hari ini penyebabnya hujan lokal (banjir lokal, saluran air tidak berfungsi optimal, daerah resapan air yang minim) dan hujan lebat di puncak (banjir kiriman) luapan air sungai yang membanjiri pemukiman di bantaran kali," terang dia.
Nirwono meminta Pemprov DKI menyiapkan tempat evakuasi agar warga bisa segera mengungsi bila bencana musiman ini kembali melanda Ibu Kota. Selain itu, ia pun mendorong Pemprov DKI merelokasi warga yang masih tinggal di bantaran kali.