JAKARTA – DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Bina Marga mempersiapkan saluran air yang baik saat melakukan penataan trotoar tahun ini. Hal itu untuk mencegah musibah banjir yang kerap datang saat puncak musim hujan tiba, yaitu antara Januari hingga Maret mendatang.
“Karena hujan ini kan pasti rutin, kita sudah tahu, Januari, Februari, pasti hujan lebat. Jangan sampai ada hal yang tidak kita inginkan itu terjadi lagi,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah kepada Okezone, Sabtu (4/1/2019).
Menurut dia, dengan konsep penataan saluran air yang baik, musibah banjir yang kerap datang saat musim hujan dapat dihindari. Salah satu konsep yang pihaknya usulkan yakni steel grating. Konsep itu lebih cenderung menitikberatkan di sekitar badan jalan sebagai titik wilayah resapan air.
“Jadi saluran air tidak perlu masuk ke mulut air di trotoar, tapi di bawah aspal itu sudah ada. Jadi setiap aspal ada besinya langsung masuk ke dalam gorong-gorong air. Kalau itu dilakukan, kami yakin tidak ada ada lagi genangan air di kanal mulut trotoar atau tanah taman,” ujarnya.
Ia menyebut, konsep itu terbukti efektif setelah pihaknya mendapatkan masukan dari Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga, setiap jalan akan mampu melakukan peresapan air ketika diguyur hujan dengan intensitas yang lebat.
Baca Juga : Bantah Isu Anggaran Banjir Dipotong, Anies : Itu Ngarang!
“Jadi kalau di (Surabaya-red) itu lubang airnya bukan di sisi trotoar, tapi di aspal semacam pori-pori. Jadi tidak perlu lagi lewat gorong-gorong (mulut air-red) di trotoar. Di sana itu disiapkan sepanjang 40 sampai 60 meter persegi dan itu bagus. Jadi, air hujan bisa langsung terserap,” kata dia.
Baca Juga : Heboh Video Saluran Air Basement Gedung Jebol Akibat Banjir
(Erha Aprili Ramadhoni)