Kapal China Masuk Natuna, Mahfud MD: Usir!

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 05 Januari 2020 12:37 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD saat ditemui usai acara Dies Natalis ke-57 Universitas Brawijaya, Malang (Foto: Okezone/Avirista Midaada)
Share :

MALANG - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah akan bersikap tegas menyusul peristiwa masuknya kapal China ke perairan Laut Natuna.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri orasi ilmiahnya dalam rangka Dies Natalis 57, Universitas Brawijaya (UB) di Gedung Samantha Krida, Malang, Minggu (5/1/2020) pagi.

"Laut Natuna itu milik Indonesia secara Zona Ekonomi Eksklusif yang sudah ditetapkan PBB," ucap Mahfud MD.

Namun China mengklaim Laut Natuna secara tradisional milik China dan dengan sengaja memasuki wilayah teritorial negara tanpa izin. Namun dalam hukum internasional PBB, Laut Natuna kata Mahfud, secara konvensi hukum laut internasional telah ditetapkan sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

"China mengatakan secara tradisional milik kami, kami tidak peduli dengan hukum internasional. Tugas kita menjaga keutuhan batas wilayah, ideologi, di mana kita harus tegas dan menjaga kedaulatan hukum," ungkapnya.

Pasukan TNI apel di Natuna (Foto: Dok. TNI)

Meski berbagai pihak menyarankan pemerintah untuk mengambil negosiasi dengan China mengenai wilayah Laut Natuna. Pemerintah Indonesia bersikap tegas untuk menjaga keutuhan wilayah Indonesia termasuk Laut Natuna.

"Saya sebagai Menko Polhukam katakan tidak ada negosiasi di sana. Apapun kita usir, kita halau, harus begitu. Harus tegas kita. Saya katakan kita adalah negara yang tegas," ujar Mahfud.

Mahfud juga mengisahkan bagaimana pasukan Khubilai Khan dari China yang berhasil diusir oleh pasukan Ronggolawe saat memasuki Jawa Timur.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya