Jenazah Tidak Utuh Bukan Hal Aneh
Bagi Zairin, memandikan tubuh jenazah tidak utuh atau sudah tak berbentuk, mengeluarkan aroma menyengat hidung bukan hal aneh. Terlebih ketika ada jenazah yang sudah tidak berbentuk dengan bagian tubuh yang terpisah. Seperti main puzzle.
Sebelum dimandikan, Zairin musti menyusun letak tubuh yang terpisah tersebut. Lalu, jenazah dikafani dan dimasukkan ke dalam mesin pendingin. Jenazah yang masuk ke kamar jenazah tidak mengenal waktu. Terkadang sudah lelap tertidur di tengah malam.
Mayat yang datang ke kamar jenazah, tidak setiap hari. Dalam seminggu terkadang hanya satu jenazah. Namun, di lain waktu jenazah bisa masuk hingga dua hingga empat orang.
Selama 16 tahun menjadi penghuni kamar jenazah, pengalaman yang masih teringat ketika jenazah Timothy Adam (35), Warga Megara Asing (WNA) asal Amerika Serikat, yang tewas digulung ombak saat mandi di kawasan pantai panjang Kota Bengkulu, pada Sabtu 4 Maret 2017.
Jenazah asal Amerika itu dititipkan selama 15 hari. Di mana hal tersebut menunggu proses yang cukup panjang. Meskipun demikian, pemberian pelayanan terhadap jenazah tetap sama.
Selama penitipan di kamar jenazah, mayat WNA Amerika Serikat, dimasukkan kedalam mesin pendingin. Setelah mendapatkan surat secara resmi dari instansi terkait jenazah baru diserahkan.
''Jenazah yang paling lama dititipkan, WNA asal Amerika Serikat. Selama 15 hari. Musti berasal dari luar pelayanannya tetap sama,'' terang Zairin.
Dalam bertugas di kamar jenazah, Zairin bertugas sendiri. Namun, dia memiliki jadwal piket untuk setiap harinya. Jika masuk piket pagi, masuk dari pukul 08.01 - 14.01 WIB. Piket siang dari pukul 14.00 - 20.01 WIB, dan malam pukul 20.01 - 08.01 WIB.
''Kalau ada mayat tengah malam, saya harus memberikan pelayanan. Itu saya lakukan sendiri. Saya yakin saja, dan tidak ada berpikir jika akan diganggu dengan hal-hal aneh ketika sendiri di kamar jenazah,'' terang Zairin.
(Khafid Mardiyansyah)