WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan China telah menandatangani perjanjian untuk meredakan perang dagang yang telah mengguncang pasar dan membebani ekonomi global.
Berbicara di Washington, Presiden AS Donald Trump mengatakan, perjanjian itu akan "transformatif" bagi ekonomi AS. Sementara para pemimpin China menyebutnya kesepakatan "win-win" yang akan membantu membina hubungan yang lebih baik antara kedua negara.
BACA JUGA: AS-China Damai, Wall Street Cetak Rekor
Dalam perjanjian yang baru disepakati itu, China telah berjanji untuk meningkatkan impor AS sebesar USD200 miliar di atas tingkat impor pada 2017, dan memperkuat aturan kekayaan intelektual. Sebagai gantinya, AS telah setuju untuk memotong beberapa tarif baru yang telah dikenakan pada produk-produk China hingga setengahnya.
AS dan China telah terlibat dalam perang tarif yang ketat sejak 2018, yang telah menyebabkan pajak impor tambahan senilai lebih dari USD450 miliar dikenakan atas barang-barang yang diperdagangkan kedua negara. Perselisihan tersebut telah mengganggu aliran perdagangan, menghambat pertumbuhan ekonomi global dan membuat para investor yang ketakutan.
Pada upacara penandatanganan di Washington, dihadiri oleh para penyumbang dana ke Partai Republik dan para pemimpin bisnis, Trump mengatakan, kesepakatan itu menyiapkan panggung untuk hubungan yang lebih kuat antara AS dan China.
BACA JUGA: Kaleidoskop 2019: Perekonomian RI Tidak Terpengaruh Perang Dagang AS-China
"Bersama-sama kita memperbaiki kesalahan masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan," kata Trump sebagaimana dilansir BBC, Kamis (16/1/2020).
"Jauh melampaui kesepakatan ini, akan mengarah pada perdamaian dunia yang lebih kuat," tambahnya.