Saat ini pemerintah sedang menyiapkan sekira 256 ribu hektare untuk kebutuhan pembangunan ibu kota baru dalam jangka pendek dan menengah.
Kepala Negara menuturkan, secara keseluruhan lahan ibu kota baru seluas 410 ribu hektare akan dibangun dalam jangka waktu panjang dalam pembangunan tersebut.
Baca juga: Presiden Jokowi Tinjau Helikopter Caracal di Lanud Halim Perdanakusuma
"Pak Menteri BPN dengan Menteri LHK agar ini segera dirampungkan sehingga nanti arsitek, desainer, dan urban planner-nya bisa masuk dan bisa menyelesaikan desain," ucap Jokowi.
Ia memaparkan, infrastruktur dasar dan klaster pemerintahan di ibu kota baru nantinya dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Di luar itu, pihaknya membuka peluang kerja sama investasi terhadap pembangunan ibu kota baru tersebut.
"Infrastruktur dasar nanti akan dikerjakan oleh Kementerian PU (Pekerjaan Umum). Kemudian untuk klaster pemerintahan yang berkaitan dengan Istana dan gedung-gedung kementerian, ini juga akan dikerjakan oleh pemerintah," ujarnya.
Baca juga: Presiden Jokowi Undang Kaisar Jepang ke Indonesia
(Hantoro)