Selain itu, Arsyad yang juga pemilik salah satu warkop manual tertua di Maros mengaku sangat optimis dengan pasar yang berada di kawasan Grand Mall Batangase, melihat pengunjung yang semakin meningkat.
"Kita juga akan mengakomodir tamu yang berada di Grand Town Hotel yang masih berada di kawasan Grand Mall, maka dari itu, waktu closing kami agak lebih lama dari kebanyakan pelaku usaha kuliner yang berada di Grand Mall Batangase," tambahnya.
Salah satu pengunjung warkop Daeng Tene Kopi, Ilham, mengaku sangat terbantu dengan adanya kedai kopi tersebut. Apalagi ada kopi khas Maros yakni kopi teko dalam kedai tersebut.
"Kita para peminum kopi tahu sendiri lah kalau sedang dalam agenda kantor yang berlangsung di Hotel, pasti carinya kopi, sebelumnya kalau agenda kantor di Hotel sebelah pasti kita keluar lagi untuk cari sajian kopi yang seperti ini, nah sekarang sudah berada di dalam satu kawasan," jelasnya.
(Khafid Mardiyansyah)