SEMARANG - Sahrin (50) dan keluarganya tak dapat menyembunyikan kebahagiaan karena rumahnya, di Dusun Sedandang, Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bisa terang teraliri listrik. Terlebih, listrik di area rumahnya tak mengenal pemadaman, sebab menggunakan tenaga surya atau solar cell.
Penantian panjang untuk mendapatkan aliran listrik buruh serabutan itu mulai terjawab. Meski kapasitasnya tidak besar, namun tiga titik lampu masing-masing 10 Watt bakal menerangi rumahnya setiap malam.
Baca Juga: Baru Terpasang, Lampu Solar Cell di Jalur Pendakian Gunung Ijen Hilang Dicuri
Anak semata wayang yang kini berusia 4 tahun, tak akan rewel saat malam karena gelap. Bocah yang sedang mengenal angka dan huruf itu diharapkan bisa lebih semangat untuk belajar setelah diterangi lampu.
"Terima kasih atas bantuan listrik matahari ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami yang memang membutuhkan listrik," kata Sahrin, Minggu (19/1/2020).
Sementara pegiat solar sel, Nur Budi Pramono, menyampaikan, penggunaan listrik tenaga surya sangat ramah lingkungan dan mudah digunakan. Wilayah NKRI khususnya Kabupaten Semarang selalu diterangi cahaya matahari pada pagi hingga sore.
"Sayangnya cahaya matahari itu belum banyak dimanfaatkan. Kecuali selama ini hanya untuk menjemur pakaian, hasil pertanian, dan sebagainya. Padahal energi matahari bisa disimpan untuk listrik," jelas Budi.
Baca Juga: Proyek Jalan Nasional Ini Pakai Campuran Aspal Karet hingga Solar Cell
Pria yang memgikuti kontestasi Pilkada Kabupaten Semarang itu mengaku akan terus mengampanyekan pemanfaatan energi baru terbarukan. Langkah itu juga sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menggunakan sunber energi alternatif.
"Semoga bantuan listrik tenaga surya ini bisa bermanfaat bagi Pak Sahrin sekeluarga. Ini perawatannya juga mudah dan gratis. Tak perlu membayar tiap bulan, atau ketika pulsa habis," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )