Penyebaran Virus Korona Diikuti Kenaikan 10 Kali Lipat Harga Masker

, Jurnalis
Rabu 22 Januari 2020 11:00 WIB
Pemeriksaan ketat di Bandara China terkait penyebaran virus Korona (foto: AP))
Share :

CHINA – Virus Korona yang kini menjadi isu utama di China kian meresahkan warga setempat. Bukan hanya penyebarannya, bahkan masker yang terjual di toko-toko pun mulai menipis.

Menurut laporan yang diberitakan VOA, beberapa penjual online kehabisan masker, yang dijual dengan harga 10 kali lipat lebih daripada harga aslinya. Pengguna media sosial populer Weibo mendesak orang-orang untuk mencuci tangan dan tinggal di rumah saja.

Lebih dari itu, pemeriksaan suhu tubuh di bandara serta stasiun-stasiun kereta kini menjadi ketentuan baru. Para petugas di bandara Wuhan mengukur suhu tubuh pendatang dengan thermometer elektronik.

Baca Juga: Penyebaran Virus Korona di China Melonjak dalam 2 Hari

Hingga kini China masih berusaha keras mengatasi wabah virus Korona baru yang telah mencapai tiga negara lainnya, dan mengancam akan menyebar lebih luas lagi pada musim mudik selama Imlek.

Kecemasan di dalam dan di luar negeri kian besar setelah pakar pemerintah China, Zhong Nanshan di televisi pemerintah mengukuhkan kekhawatiran bahwa virus itu dapat menular di antara manusia. Laporan Komisi Kesehatan China, korban meninggal dari penyebaran virus Korona ini bertambah menjadi enam orang dan 291 lainnya tertular.

Baca Juga: Korban Tewas Virus Misterius Wuhun Bertambah Jadi 2 Orang

Sementara, dampak lain dari penyebaran virus ini adalah meningkatnya harga saham sejumlah perusahaan penjual masker, tetapi indeks saham di sebagian besar bursa Asia turun karena para investor khawatir mengenai kemungkinan dampaknya terhadap pariwisata dan ekonomi.

Kekhawatiran mengenai wabah global seperti SARS, virus Korona lainnya yang menyebar dari China ke lebih dari sepuluh negara pada tahun 2002-2003, banyak negara telah memberlakukan langkah-langkah skrining bagi para pengunjung dari China, khususnya yang tiba dari Wuhan, kota di bagian tengah China di mana virus baru ini tampaknya berasal.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya