Maju Pilkada Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Bakal Perjuangkan Pendidikan Inklusif

Hambali, Jurnalis
Rabu 22 Januari 2020 21:25 WIB
Putri Wapres Ma'ruf Amin, yakni Siti Nur Azizah (foto: Okezone/Hambali)
Share :

TANGERANG SELATAN - Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) Siti Nur Azizah berkomitmen bakal memerjuangkan penerapan pendidikan inklusif di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Azizah yang juga adalah putri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, membeberkan, bahwa pendidikan inklusif sejalan dengan visi pemerataan, kemajuan dan kesejahteraan (Permata) yang harus dirasakan oleh semua masyarakat Tangsel.

Baca Juga: Golkar Berpeluang Besar Usung Bobby Nasution di Pilwalkot Medan 

"Visi permata yaitu pemerataan kemajuan dan kesejahteraan. Itu tanpa kecuali, termasuk kepada masyarakat yang disabilitas, sebagai bagian dari masyarakat yang ada di Tangerang Selatan. Mereka juga warga Tangsel," tuturnya kepada Okezone usai mengisi diskusi di Sekolah Incan Cendekia Madani, Ciater, Serpong, Rabu (22/1/2020).

 

Menurut Azizah, pesatnya pembangunan di Kota Tangsel tak boleh memberi dampak negatif terhadap pengidap disabilitas. Dijelaskan dia, motto Smart City saja tak cukup lantaran harus didukung pula Smart Society yang mengedukasi langsung masyarakat melalui pendidikan.

"Untuk membangun kota itu kan juga yang terpenting adalah bagaimana tidak hanya smart city-nya, tapi juga smart society-nya. Bagaimana mencegah agar masyarakat, melalui pendidikan. Tentu pendidikan yang diharapkan adalah pendidikan yang inklusif," imbuhnya.

Dilanjutkannya, Kota Tangsel yang merupakan kota urban haruslah menjadi kota yang inklusif. Hal demikian sangat berkaitan dengan penerapan pendidikan yang inklusif pula. Oleh karena itu, mewujudkannya dibutuhkan sosok pemimpin yang punya komitmen kuat dalam inklusifitas.

"Tentu kalau saya diberi amanah, saya ingin agar Kota Tangsel menjadi kota yang inklusif, dan pendidikannya juga tentu pendidikan yang inklusif," tegasnya.

Pendidikan inklusif sendiri merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik, baik yang memiliki kelainan, memiliki potensi kecerdasan, dan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan secara bersama-sama tanpa dibedakan.

"Salah satu cara adalah dengan membuat kebijakan dalam sistem pendidikan yang pro bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Lebih luas lagi adalah dengan menciptakan ekosistem pendidikan, baik itu di rumah, di masyarakat, di sekolah hingga tingkat layanan publik yang harus pro bagi mereka yang berkebutuhan khusus," ulasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya