Mewujudkan inklusifitas itu, ucap Azizah, diawali upaya pada setiap kecamatan yang minimal memiliki satu sekolah inklusif guna memenuhi kewajiban hak setiap anak berkebutuhan khusus. Diterangkannya, pendidikan inklusif bukan sekadar metode melainkan suatu bentuk implementasi filosofi yang mengakui kebhinekaan antar manusia.
"Tujuan pendidikan inklusif adalah untuk menyatukan hak semua orang tanpa terkecuali dalam memperoleh pendidikan," katanya.
Baca Juga: Gibran Tegaskan Tak Minta Rekomendasi ke Megawati Lewat Pintu Belakang
Azizah menyebutkan, hal menarik lainnya dari model pendidikan ini adalah memungkinkannya terjadi pergaulan dan interaksi antar siswa yang beragam, sehingga mendorong sikap yang penuh toleransi serta saling menghargai.
"Dengan cara ini pembangunan dan pendidikan di Tangsel bisa lebih memanusiakan manusia. Terhadap semua kelompok, baik kelompok umur, fisik, sosial, ekonomi, keagamaan, dan politik," tutupnya.
(Fiddy Anggriawan )