KETUA Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Wuhan-China, Nur Musyafak, mengatakan sejauh ini kondisi kesehatan para mahasiswa di sana yang terisolasi dampak penyebaran virus korona diketahui baik-baik saja. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kampus-kampus pada pertengahan Januari 2020 memastikan tidak ada satu pun mahasiswa Indonesia yang terkena virus korona.
Tidak hanya itu, kampus juga rajin membagikan masker, sabun cuci tangan, dan kerap memberikan informasi seputar virus 2019-nCoV, jenis baru virus korona. Kendati demikian, pihak berwenang mewanti-wanti agar tidak sering-sering keluar dan bepergian ke tempat ramai.
Baca juga: Virus Korona, Mahasiswa Indonesia di Wuhan Minta Dievakuasi
Sementara untuk kebutuhan makanan sehari-hari masih mencukupi lantaran toko di area kampus masih buka. "Sampai saat ini supermarket di dalam kampus masih buka, jadi logistik masih aman."
Diketahui, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Wuhan dan sekitarnya tercatat sebanyak 428 orang. Ratusan mahasiswa itu tersebar di enam kampus di sana, tapi paling banyak di Central China Normal University.
Jangan Sering Keluar Asrama
Nur Musyafak juga bercerita, mula-mula mengetahui virus korona pada awal Januari 2020 lewat pemberitaan di media lokal. Tapi kala itu kondisinya tidak terlampau parah dan hanya beberapa orang yang dilarikan ke rumah sakit.
Itu mengapa teman-teman mahasiswa Indonesia 'tidak terlalu menanggapi'. Begitu pula dari pihak KBRI tidak memberikan informasi atau peringatan apa pun.
Baca juga: Menkes Minta Mahasiswa Indonesia Terisolasi di Wuhan untuk Bersabar
"Awal-awal (pemberitaan ada virus korona) tak ada kekahwatiran. Soalnya kita mikirnya ini virus biasa dan tidak akan bertahan lama," ujar Nur Musyafak.
"Waktu itu juga liburan musim dingin, jadi teman-teman sudah banyak yang pulang ke Indonesia atau traveling ke luar Wuhan, jadi tak terlalu mikirin ini," ungkapnya.