KOPENHAGEN – Perdana Menteri Mette Frederiksen menyebut gambar di salah satu surat kabar di Denmark, yang mengubah bintang dalam bendera nasional Republik Rakyat China dengan partikel virus korona jenis baru adalah kebebasan berekspresi.
"Kami memiliki tradisi yang sangat, sangat kuat di Denmark, tidak hanya untuk kebebasan berekspresi, tetapi juga untuk gambar satiris," kata Frederiksen melansir AP News, Rabu (29/1/2020).
"Itu posisi Denmark yang terkenal, dan kami tidak akan merubahnya," tambahnya.
Baca juga: China Alokasi Rp588 Miliar untuk Pengendalian Virus Korona di Wuhan
Baca juga: Korban Tewas Akibat Virus Korona di China Capai 132 Orang, 5.974 Kasus Terkonfirmasi