Jumlah itu meningkat setelah Jumat pekan lalu (25/1/2020), banyaknya tentara AS yang terluka akibat rudal Iran berjumlah 34 orang.
Kelompok Veteran Perang AS meminta Trump meminta maaf. Pernyataannya soal tidak adanya korban yang dia katakan tidak benar.
"(Kami) mengharapkan permintaan maaf dari Presiden kepada para lelaki dan perempuan kami (tentara AS) atas ucapannya yang salah arah," kata Komandan Nasional Veteran Perang Asing William Schmitz.
Menurut data Kemenhan AS, ada sekitar 408 ribu anggota layanan AS didiagnosis menderita gegar otak sejak tahun 2000.
(Rachmat Fahzry)