10 Fakta Mayat Perempuan Hangus Terbakar di Banyuwangi

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 29 Januari 2020 00:56 WIB
Lokasi penemuan mayat perempuan terbakar di Banyuwangi, Jawa Timur (Foto: Okezone)
Share :

BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap kematian jasad perempuan hangus terbakar yang ditemukan pada Sabtu 25 Januari 2020. Pelaku pembunuhan perempuan malang tersebut pun telah diringkus polisi hanya dalam waktu tiga hari.

Di balik pengungkapan pembunuhan tersebut, terdapat fakta-fakta menarik yang berhasil dirangkum Okezone. Berikut 10 di antara fakta tersebut:

1. Ditemukan hangus terbakar

Pada Sabtu 25 Januari 2020 pagi sekitar pukul 09.30 WIB, warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat dengan kondisi hangus terbakar di sebuah kebun, Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dan sekujur tubuhnya hangus dilalap api. Selain hangus terbakar di sekujur tubuh, tampak salah kaki kirinya juga hilang diduga akibat terbakar dan tersisa kaki kanan saja.

Tak hanya jasadnya yang terbakar, lokasi kebun di sekitar temuan mayat itu ikut terbakar. Sementara sebuah helm berwarna merah muda dan sebuah sandal yang diduga milik korban juga ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.

2. Korban seorang perempuan

Meski jasad sudah dalam keadaan tidak utuh, kepolisian bisa memastikan bahwa jasad hangus terbakar ini merupakan seorang perempuan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengungkapkan, dari identifikasi sejumlah barang di sekitar lokasi dan visum awal, jasad adalah perempuan.

"Dari pemeriksaan tim forensik rumah sakit mayat ini dipastikan berjenis kelamin perempuan. Diperkirakan berusia 30 tahun dengan tinggi 155 centimeter. Dari barang-barang yang kita temukan juga dan identifikasi awal, mayat ini perempuan. Kalau identitas korban masih belum teridentifikasi," ungkap Arman Asmara, pada Sabtu 25 Januari 2020.

3. Identitas diketahui lewat tes DNA gigi

Kepolisian awalnya sempat kesulitan mengungkap identitas korban lantaran kondisi tubuh yang sudah 75 persen hangus terbakar cukup lama.

Bahkan lantaran sulitnya identifikasi, Polresta Banyuwangi meminta bantuan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk turun tangan.

Kasubdit Dokpol Polda Jawa Timur, AKBP Bambang Widhiatmoko mengatakan, kondisi jasad yang hangus hampir 75 persen sempat membuat pihaknya sempat kesulitan mengidentifikasi. Namun saat diidentifikasi DNA di gigi, identitasnya mulai terkuak.

"Jasad korban sudah tak bisa dikenali lagi. Hangus terbakar 75persen lebih. Kita juga membawa dokter ahli gigi yang sudah sering melakukan penyelidikan seperti ini. Hasilnya ada kemiripan struktur gigi," ujarnya kepada media, Senin 27 Januari 2020.

Berdasarkan hasil identifikasi gigi, jasad perempuan yang hangus terbakar ini identik dengan RS, warga Papring, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. "Dari struktur gigi ini sangat identik. Ada luka lainnya juga yang kita temukan. Ini masih pengembangan," lanjutnya.

4. Warga lapor kehilangan anggota keluarga

Polisi berhasil mengungkap identitas korban mayat yang terbakar berkat adanya laporan salah satu orangtua yang mengaku anaknya berinisial R hilang kontak sejak Jumat sore hingga Sabtu.

Saat mendapati laporan itu, petugas mencoba mencocokan DNA keluarga korban dengan jasad. Alhasil ada kecocokan dari DNA gigi korban.

"Begitu ada peristiwa penemuan jenazah yang dibakar. Kita langsung berkordinasi dengan keluarga. Karena keluarga memang susah membuat laporan pengaduan terhadap kehilangan anggota keluarga," ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin.

5. Hilang kontak sejak pulang kerja

Susiamah, ibu korban mengaku hilang kontak dengan anaknya yang bernama Rosidah sejak Jumat petang 24 Januari 2020 seusai pulang kerja. Tak biasa sang anak yang kerja di salah satu rumah makan ini pulang larut malam.

Namun saat malam hari ia mencoba menelepon anaknya sudah tak bisa. Alhasil pada Sabtu keesokan harinya, Susiamah mendatangi rumah makan tempat anaknya bekerja pada Sabtu 25 Januari 2020. "Kata bosnya sudah pulang Jumat sore jam 17.00 WIB, akhirnya saya lapor ke polisi itu," ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya