"Usai itu tim dokter hendak kembali ke RS Adhyaksa, setelah keluar ruangan dan jalan, ternyata tas dr. Wennas ini tertinggal sehingga balik lagi ke ruang pemeriksaan. Saat masuk itu, dia ketemu dengan tersangka (Kivlan) dan langsung dicabut atau direbut itu catatan dari dr. Wennas," kata Hari.
Yohan Wennas pun secara reflek hendak mengambil kembali catatan medis. Namun Kivlan justru berteriak kalau dia dipukul. Karena tak ada insiden pemukulan dan Kivlan ogah menyerahkan kembali catatan medis, Yohan pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan dan melapor ke atasannya.
"Jadi faktanya seperti itu, tak pernah ada kejadian pemukulan itu, apalagi ini kan dokter yang sedang melakukan pemeriksaan, tak mungkinlah, ada kode etik dokter juga," ujar Hari.
Hari pun mempertanyakan kejadian tersebut baru diviralkan dan dipermasalahkan. Hal itu dianggap terkesan menyudutkan dokter RS Adhyaksa. Lagipula, jika memang mengalami kekerasan sebagaimana klaimnya, seharusnya Kivlan melaporkan ke polisi saat itu juga.
"Faktanya sekali lagi kami sampaikan, tak ada pemukulan dan haknya Pak Kivlan untuk dilakukan pemeriksaaan kesehatan pun sudah terpenuhi. Hari ini kita sampaikan itu, semoga tak ada lagi polemik di masyarakat," jelas dia.
(Qur'anul Hidayat)