Harlah PBNU, Said Aqil Bicara Tentang Ekonomi Global

Muhamad Rizky, Jurnalis
Jum'at 31 Januari 2020 22:38 WIB
Ketum PBNU Said Aqil Siradj (Foto: Okezone.com)
Share :

Kenyataan yang ada saat ini kata dia, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah sulit mendapatkan akses perbankan. Namun kondisi itu berbanding terbalik dengan pelaku usaha besar. "Selain persoalan bankable (nasabah yang memenuhi persyaratan bank) atau tidaknya, hal lain adalah mengenai pemihakan," tuturnya.

Baca Juga : Ditarik Kejagung, Jaksa Yadyn Akui Tahu Banyak Kasus Suap Harun Masiku

Said mencontohkan, kasus gagal bayar beberapa perusahaan asuransi seperti Jiwasraya, Bumi Putera, dan Asabri menunjukkan bahwa buruknya pengelolaan industri asuransi di Indonesia.

"Kesalahan penempatan investasi hingga rekayasa saham overprice (harga tinggi) merupakan satu diantara sekian kedzaliman ekonomi yang tidak boleh terjadi," tuturnya.

Untuk itu kata dia, NU berharap agar kondisi tersebur tidak sampai mengarah pada hilangnya kepercayaan masyarakat pada industri asuransi. "Nahdlatul Ulama bukan anti-konglemerat. Jadilah konglomerat yang merangkul ekonomi mikro, kecil dan menengah. Jika kelas menengah terangkat, kelas kecil dan mikro pun harus demikian," tukasnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya