Proses evakuasi korban berlangsung lama sekitar tujuh jam hingga sampai ke kota kecamatan. Kini jasad korban divisum di Klinik Pelangiran untuk divisum.
Selain di tangan korban terdapat luka robek, di bagian leher dan kaki juga ditemukan bekas luka bekas cakaran harimau. Konflik harimau dan manusia terjadi di awal tahun 2018 silam. Sebanyak dua orang warga Pelangiran, Jumiati dan Yusri tewas diterkam harimau Sumatera.
Sementara di tahun 2019, terdapat tiga orang diterkam. Dua di antaranya meninggal dengan bekas jeratan, sedangkan satu korban berhasil lolos meski mengalami luka.
(Rizka Diputra)