Dijelaskan Arief, harta kekayaan yang dimiliki oleh kerajaan-kerajaan di Indonesia sudah habis disumbangkan untuk proses kemerdekaan Indonesia. Jadi menurut Arief, tidak mungkin ada kerajaan yang memiliki harta peninggalan Presiden Soekarno ataupun memiliki dana di Bank Swiss.
"Kita sangat memprihatinkan. Kini ada King of The King yang mengaku mengelola dana Soekarno. Padahal di dalam sejarah itu tidak ada. Itu bohong dan rekayasa," kata Arief.
Arief menceritakan, hingga kini banyak keraton-keraton di Indonesia yang masih berjuang untuk melestarikan adat dan tradisinya. Menurutnya, dengan keberadaan kerajaan fiktif itu secara tidak langsung mencoreng nama baik keraton di Indonesia.
Arief juga mengimbau agar masyrakat tidak boleh percaya dengan rayuan-rayuan yang diberikan oleh kerajaan fiktif tersebut. Ia meminta, agar masyarakat segera melaporkan kepada aparat penergak hukum, apabila menemukan organisasi yang mirip kerajaan fiktif seperti sekarang ini.
"Mereka banyak memberikan berita bohong. Ini yang dirugikan masyarakat. Jadi kalau ada yang semacam itu cepat laporkan ke polisi, " ucap Arief.
(Khafid Mardiyansyah)