Cerita Buruh Migran Asal Majalengka Memilih Bertahan di China saat Virus Korona Merebak

Fathnur Rohman, Jurnalis
Sabtu 01 Februari 2020 16:38 WIB
Provinsi Sichuan, China Sepi Saat Virus Korona Mewabah (foto: Ist)
Share :

MAJALENGKA - Aprilia, buruh migran Indonesia asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terpaksa harus berdiam diri di dalam rumah majikannya di Provinsi Sichuan, China, semenjak merebaknya virus korona di Kota Wuhan.

Kepada Okezone, wanita yang biasa disapa April ini menceritakan, meski jarak antara Sichuan dengan Wuhan cukup jauh, namun penduduk Sichuan lebih memilih untuk berdiam diri di rumah masing-masing, karena takut terinfeksi virus korona.

Baca Juga: Pulang dari China, Mahasiswi Asal Lamongan Jalani Pemeriksaan Kesehatan 

April menggambarkan kondisi di Sichuan sangat sepi seperti kota mati di film Resident Evil. Bahkan April mengaku tidak pernah keluar rumah majikannya sejak 21 Januari 2020.

 

Diterangkan April, meski dirinya tidak pernah keluar rumah, namun untuk kebutuhan sehari-hari cenderung aman. Pasalnya ia dan majikannya sudah membeli bahan makanan untuk kebutuhan selama satu bulan.

"Padahal aku tinggal di ibu kotanya (Provinsi Sichuan). Tapi kaya kota tak berpenghuni. Ga ada yang keluar. Kaya film Resident Evil, " kata April saat dihubungi Okezone melalui pesan messengger Facebook, Sabtu (1/2/2020).

April menjelaskan, setiap tahunnya majikannya akan selalu merayakan Imlek di Kota Beijing. Namun karena virus korona mulai menyebar di Kota Wuhan, akhirnya majikannya itu membatalkan rencana untuk pergi ke Kota Beijing.

Kemunculan virus korona sendiri menyebabkan April harus meningkatkan kewaspadaannya. Terutama untuk menjaga dua anak majikannya yang ia asuh setiap hari.

April harus memastikan anak-anak majikannya itu dalam kondisi aman. Pasalnya kedua anak ini masih berusia tiga dan enam tahun.

Setiap kali anak majikannya itu bermain, maka mainan itu akan dibersihkan oleh cairan desinfektan. Begitu pula saat anak majikannya menyentuh benda apapun, maka mereka harus mencuci kedua tangannya dengan sabun pembunuh kuman.

"Perhatian ekstra sama anak karena tanggung jawab saya lebih berat ya, wory kalau anak-anak kenapa-kenapa. Bosku sangat baik, jadi ke anak-anak aku anggap mereka anaku sendiri," ujar April.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya