Menurut AA, jarak antara alamatnya di Kota Zhenjiang ke Wuhan itu sama saja dari Sumsel ke Yogyakarta. "Semua toko sudah tutup dan tidak ada transportasi sementara stok masker sudah menipis," jelas AA dikutip dari iNewsTV.
AA pun mengaku bahwa dirinya enggan pulang ke Indonesia karena dia menilai kondisi Zhenjiang masih terbilang aman. Namun, keinginan orangtuanya yang takut keselamatan putranya dari Virus Korona membuat dia memutuskan pulang ke Indonesia.
Ketujuh mahasiswa ini pulang ke Indonesia memakai uang pribadi dan bukan dari pemerintah. Setelah pulang mereka mendapat kartu kewaspadaan dan dipantau selama 14 hari.
Sementara, Kasi Pengendalian Karantina dan Surveilence Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Palembang, dr Fenty menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi adanya pasien Virus Korona.
"Sumsel sendiri sudah mempersiapkan empat rumah sakit rujukan antara lain RSMH Palembang, RS Kayu Agung, RSUD Lahat dan RS Lubuk Linggau," ungkapnya.
(Khafid Mardiyansyah)