Pertama, tahap pemantauan gejala batuk, flu, serta pneumoni. Kedua, ketika seseorang memiliki gejala penyakit seperti ditahap satu, ditambah memiliki riwayat perjalan luar negeri terutama dari negara terjangkit. Ketiga, tahap probabel yakni adanya kejanggalan dan harus dilakukan pemeriksaan konfirmasi laboratorium terlebih dulu. Keempat adalah tahap konfirmasi, keputusan akhir apakah seseorang positif atau negatif virus korona.
"Pasien sementara ini masih dalam tahap kedua, yakni pengawasan karena pasien ini memiliki gejala yang sama serta memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri,” ujarnya.
Saat ini, kata Harisson, Dinas Kesehatan Kalbar telah mengambil sampel di tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan di Jakarta.
"Dalam waktu dekat (24 jam) hasil laboratorium akan kita dapatkan apakah positif atau negatif virus korona," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)