HONG KONG – Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong mendapat tambahan 25.000 masker di tengah wabah virus korona, atau yang dikenal sebagai 2019-nCoV, yang menyebar dari daratan China. Masker tambahan itu merupakan sumbangan dari tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Garuda Indonesia, Bank Negara Indonesia dan Rajawali Nusantara Indonesia.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong sejak Minggu, 2 Februari 2020 telah membagikan masker gratis bagi para WNI di kota itu. Selain di Gedung KJRI Hong Kong, pembagian masker juga dilakukan di beberapa kantor BNI di Hong Kong.
BACA JUGA: Hong Kong Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Korona di Wilayahnya
Diharapkan pasokan masker dari Indonesia akan bertambah dalam waktu dekat mengingat tingginya kebutuhan di Hong Kong.
“Dalam situasi seperti sekarang, pemakaian masker menjadi sangat penting untuk menghindari terpapar virus korona," kata Konsul Jenderal RI Hong Kong Ricky Suhendar dalam keterangan pers yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (6/2/2020). Di samping mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri, serta lingkungan, penggunaan masker pada saat beraktivitas merupakan keharusan.
BACA JUGA: Dampak Virus Korona, Pekerja Migran Indonesia Dilarang ke Taiwan dan Hong Kong
Dalam rangka memastikan perlindungan bagi WNI, KJRI Hong Kong juga melakukan komunikasi dengan Pemerintah Hong Kong, agar turut memberikan perhatian kepada WNI di Hong Kong, khususnya para pekerja migran asal Indonesia (PMI) yang berjumlah lebih dari 160 ribu.
Hingga Kamis, 6 Februari 2020, tercatat ada lebih dari 28.000 kasus infeksi virus korona, dengan 21 kasus di antaranya terjadi di Hong Kong. Kota itu juga menjadi salah satu lokasi terjadinya kematian akibat virus korona di luar daratan China.
(Rahman Asmardika)