Catatan Jurnalis di Hari Pers Nasional, Pernah Dikalungi Celurit hingga Disantet

Bramantyo, Jurnalis
Sabtu 08 Februari 2020 12:23 WIB
Bramantyo, sudah 21 tahun ia lalui pekerjaan sebagai jurbalis (Foto: Okezone/Dok. Pribadi)
Share :

Ada kepuasan tersendiri kala itu. Meski hanya berada di dua pos saja, yaitu Kejaksaan dan Pengadilan, beritaku bisa bikin heboh.

Kala itu aku meliput upaya penyelundupan emas di Bandara Adi Soemarmo yang berhasil digagalkan dan tengah diproses di Kejaksaan. Sejak itulah, dunia jurnalistik pun mulai akrab denganku.

Hingga akhirnya media inipun kembali tutup dan akupun selalu berpindah-pindah media, sebelum akhirnya aku pun mencoba dunia baru, yaitu dunia pertelevisian.

Berbeda dengan dunia cetak, di televisi ini, aku dituntut untuk selalu meliput di lokasi kejadian. Termasuk meliput penambangan pasir di daerah Matesih, Karanganyar.

Di lokasi ini, aku sempat memiliki kejadian yang bisa dikatakan tindak kekerasan terhadap pers. Di mana, kala itu, aku meliput kegiatan penambangan pasir di daerah Matesih.

Awalnya, berjalan biasa, tak ada kejadian apapun. Berita awal bisa terpublikasi dengan baik. Dan berita itupun mendapatkan respon dari pemerintah setempat yang langsung menutup lokasi tersebut.

Setelah dinyatakan ditutup, aku pun penasaran dengan kondisi daerah yang digali itu. Wilayah bekas tambang pasir itu daerah perbukitan. Aku pun memastikan apakah benar tambang itu sudah ditutup.

Saat kembali ke daerah di mana penambangan itu dilakukan, memang ada papan pengumuman yang melarang adanya aktivitas tambang di daerah tersebut.

Awalnya, berjalan biasa menuju ke lokasi. Namun, tiba-tiba tanpa aku perkirakan sama sekali, dari arah belakangku, muncul seorang pria yang mengalungkan celurit ke leher aku.

Sambil menggertak, pria tersebut, meminta aku untuk meninggalkan lokasi tersebut. Tapi, sebelum pergi, aku diminta untuk menghapus gambar yang aku liput.

Ternyata di daerah itu, meski sudah dinyatakan ditutup, aktivitas penambangan masih saja ada. Kejadian itu terjadi sekira tahun 2005.

Karena tak punya pilihan apapun, dengan leher masih di kalungi cerurit, akupun akhirnya menghapus gambar yang sudah aku ambil.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya