Liputan Kasus Pembalakan Liar, Hery Diancam Dibunuh
Menjadi jurnalis tidak selamanya menyenangkan. Profesi ini juga banyak tantangan, yang bertaruh nyawa. Hery pernah diancaman ingin dibunuh. Sebab pria bertubuh gumpal ini memberitakan kasus pembalakan liar di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Kasus tersebut melibatkan pejabat di daerah itu. Hery meliput kasus ini ketika menjadi koresponden SCTV. Sekira 120 meter kubik kayu hasil pembalakan liar, ditemukan polisi, 50 meter kubik diantaranya ditemukan di rumah pribadi pejabat Kabupaten Seluma.
Kasus yang melibatkan pejabat tersebut membuat nyawa Hery, terancam. Di mana pada tahun 2008 itu, dia diancam akan dibunuh. Lantaran telah memberitakan kasus tersebut. Namun, ancaman itu tidak membuat Hery, takut.
Suami dari Ine Lestari ini tetap memberitakan kasus itu. Hery berpikir menjadi jurnalis itu penuh risiko. Ancaman dibunuh, misalnya. Sebab profesi ini telah dipilih Hery, sejak terjun ke dunia jurnalistik pada tahun 2000.
Di mana sebelum menjadi koresponden SCTV, pria 43 tahun meniti kariernya di media lokal. Tabloit Bengkulu Baru, di tahun 2000. Profesi ini Hery pilih karena mengasikkan.
''Pernah juga diancam ingin dibunuh. Tapi, itu sudah menjadi bagian dalam dunia jurnalistik. Harus dihadapi,'' kata Hery.