"Dinas Kesehatan akan melakukan surveillance tracking mengikuti ada di mana, di cek di lihat seperti apa kondisinya selama di daerah. Itu wujud dari kewaspadaan tingkat tinggi," kata Terawan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).
Kendati demikian, Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu mengatakan stafnya masih menggelar rapat teknis mengenai pemulangan 285 WNI yang telah selesai menjalani observasi. Terawan memastikan pemulangan WNI tersebut bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda).
"Staf saya tadi rapat, saya belum dapat laporan. Teknisnya dibahas intern kementerian karena menyangkut kapan waktu tepatnya di mana, bekerja sama dengan pemda yang lain," imbuh dia.
(Khafid Mardiyansyah)