JAYAPURA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Idham Aziz dan jajaran untuk membantu pengembalian 11 pucuk senjata milik 12 prajurit korban Helikopter MI-17 yang jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Pegunungan Bintang, Papua, pada 28 Juni 2019.
Hal ini ditegaskan Panglima sesaat setelah melepas pemberangkatan empat jenazah korban Heli MI-17 di Baseops Lanud Silas Papare Sentani, Selasa (18/2/2020) siang.
Baca juga: Senjata Milik TNI Korban Jatuhnya Heli MI-17 di Papua Diduga Diambil Masyarakat
"Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Kapolri, dan tentunya nanti Bapak Kapolri akan memerintahkan Bapak Kapolda Papua untuk mengimbau kepada masyarakat di Pegunungan Bintang dengan sukarela menyerahkan 11 pucuk itu kepada aparat kepolisian dan nanti akan diserahkan kepada TNI," kata Panglima.
Ia menerangkan, senjata-senjata tersebut masih berada di tangan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi jatuhnya Helikopter MI-17.
"Saya yakin senjata itu masih di tangan masyarakat, dan masyarakat juga tidak tahu terkait dengan situasi yang ada. Yang kita takutnya nantinya disalahgunakan pada hal-hal yang kurang baik," ucapnya.