Video itu memperlihatkan dia berjalan-jalan di rumah sakit dengan pakaian hazmat saat sedang hamil. Dia terlihat berkeliling dan memeriksa seorang pasien yang kemudian dikirim ke departemen demam.
Pasien terdengar mengatakan kepadanya untuk tidak bekerja karena itu "berbahaya".
Dalam video itu Zhao Yu mengakui bahwa keluarganya melarangnya untuk terus bekerja, tetapi menambahkan bahwa ia berharap dapat ikut menjalankan perannya dalam memerangi virus.
Tetapi video yang dimaksudkan sebagai penghormatan untuk pengorbanan diri Zhao Yu, justru menimbulkan kemarahan. Banyak orang menuduh CCTV menggunakan cerita Zhao Yu sebagai bentuk "propaganda".
"Bisakah kita menghentikan semua propaganda ini? Siapa yang membuat keputusan bahwa video ini baik-baik saja? Wanita hamil seharusnya tidak (di garis depan), titik," kata seorang warganet sebagaimana dilansir BBC, Jumat (21/2/2020).