SLEMAN – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan Pusat Pengendalian Operasi Yogyakarta mencatat lebih dari 180 orang bekerja melakukan pencarian dan evakuasi siswa kelas VII dan VIII SMPN 1 Turi yang hanyut ketika melakukan kegiatan susur Sungai Sempor.
"Operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Upaya pencarian melalui penyisiran sungai dari tempat kejadian hingga Hotel Gajah dengan pembagian empat sektor," jelas Agus dalam keterangannya, Sabtu (22/2/2020).
Baca juga: 45 Lembaga Ikut Cari dan Evakuasi Siswa SMPN 1 Turi Korban Susur Sungai
Ia melanjutkan, sektor pertama berjarak 6.71 kilometer untuk penyisiran. Sektor kedua 5,59 km. Sektor ketiga 7,91 km. kemudian sektor keempat 4,98 km.
"Pos pencarian dan evakuasi berada terpisah dari Posko Komando, yaitu di Dusun Dukuh, Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman," terangnya.
Hingga pukul 11.45 WIB, berdasarkan data Pusdalops Yogyakarta tercatat total peserta yang melakukan aktivitas ini berjumlah 249 siswa.
Jumlah tersebut mencakup kelas VII sebanyak 124 siswa dan kelas VIII 125 siswa. Total peserta yang selamat 216 siswa, sedangkan 9 siswa meninggal, dan 23 lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: Berkaca dari Tragedi SMPN 1 Turi, Ini Petunjuk Pelaksanaan Susur Sungai
Seperti diberitakan, musibah ini bermula ketika sejumlah murid yang tergabung dalam kegiatan pramuka melakukan penyusuran Sungai Sempor di kawasan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketika melakukan kegiatan susur sungai, tiba-tiba arus deras menerjang. Sejumlah peserta susur sungai pun hanyut hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
(Hantoro)