Disinggung tentang ketugasan tersangka sebagai guru, Arif mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan sekolah berkaitan tersangka ini mengajar apa dan berapa jam dalam mengajar. Nantinya akan dicarikan guru pengganti di sekolah lain, terutama bagi guru yang belum maksimal dalam ketugasan.
Baca Juga: DPR Nilai Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Terjadi karena Ada Unsur Kecerobohan
“Nanti kami carikan guru-guru di sekitar Turi. Kalau tidak ada, ya kami carikan di sekitar Turi supaya tidak terlalu jauh dalam mengajar,” papar Arif.
Seperti diketahui sebelumnya, kejadian susur sungai yang menyebabkan 10 orang siswa tewas tersebut dilakukan dalam kegiatan pramuka pada Jumat, 21 Februari 2020.
Pada saat itu, banjir di Sungai Sempor terjadi cukup cepat, beberapa siswa yang sedang mengikuti kegiatan tersebut hanyut terbawa arus sungai yang deras.
(Khafid Mardiyansyah)