Untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan koordinasi. Baik itu Pramuka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan stakeholder lainnya. Kepada Pemda setempat juga harus ada evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan ekstrakulikuler.
“Kita tahu, Pemda Sleman sudah melarang kegiatan serupa selama musim hujan. Kita juga akan menindaklanjutinya dengan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencari solusi yang lebih konstruktif," jelasnya.
"Ini penting, karena masyarakat kita ini tinggal di wilayah yang rawan bencana. Bukan hanya ancaman erupsi Merapi saja. Tapi juga potensi yang lain, termasuk banjir,” urainya.
Sebelumnya, Sebanyak 10 siswa SMPN 1 Turi Sleman meninggal dunia, akibat terseret arus Sungai Sempor di Dukuh Donokerto, Sleman. Mereka terseret sungai saat melakukan kegiatan susur sungai dalam ekstrakulikuler Pramuka.
(Khafid Mardiyansyah)