MOJOKERTO – Dua pelaku pembunuhan terhadap bocah SD di Mojokerto bernama Ardio William Oktaviano mengaku nekat melakukan aksinya lantaran menyimpan dendam terhadap korban.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, dua pelaku yaitu TS (18) dan IS (17) yang masih kakak beradik ini nekat membunuh Ardio lantaran mempunyai dendam, setelah adik tersangka dipukul korban.
"Motifnya dendam karena adiknya tersangka berinisial SS pernah dipukul korban pada 26 Januari 2020. Makanya motifnya dendam sampai kedua pelaku mencari korban dan terjadi kekerasan kepada korban sampai korban meninggal dunia," ujar Bogiek saat memimpin rilis kasus ini, Rabu (26/2/2020).
Menurutnya, kedua pelaku ini terlebih dahulu menjemput korban yang merupakan teman satu kampungnya. Kedekatan kedua pelaku dan korban membuat Ardio tak menaruh curiga kepada TS dan IS.
"Pelaku dan korban ini saling mengenal karena satu kampung. Korban suka berjalan-jalan sehingga diajak keluar berjalan-jalan oleh pelaku IS. Lalu keduanya bertemu TS dan diajak jalan - jalan lagi," tutur Bogiek.
Sesampainya di jembatan Gumul, pelaku yang masih menyimpan dendam akhirnya mencekik leher dan membenturkan kepala korban ke tembok pembatas jembatan.