SEMARANG - Seorang pasien yang menjalani observasi karena diduga terpapar virus korona, meninggal di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah. Masyarakat masih banyak yang mempertanyakan alasan jenazah dibungkus plastik, padahal hasil pemeriksaan menyatakan negatif korona.
"Kemarin yang meninggal itu H1N1 atau flu babi. Kenapa kok dibungkus plastik?" kata Ganjar usai memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak Virus Corona terhadap Perekonomian Jawa Tengah.
Baca Juga: Pasien Terduga Virus Korona Meninggal, Ini Alasan Jenazah Tetap Dibungkus Plastik
"Ini banyak tanya kepada saya. Kenapa dibungkus plastik, karena waktu itu kita antisipasi. Karena sudah meninggal hasil labnya belum jadi, maka kita pakai protokol itu, dibungkus plastik," terangnya.
Ganjar pun mendapat penjelasan dari dinas terkait mengenai kondisi terakhir pasien sebelum meninggal. Pasien laki-laki berusia 37 tahun itu sebelumnya memiliki riwayat bepergian dari dia memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yaitu baru kembali Spanyol dan transit di Dubai Uni Emirat Arab.
Pasien itu mulai menjalani perawatan intensif di RSUP dr Kariadi sejak 19 Februari. Ketika menjalani observasi di ruang isolasi dengan pengawasan ketat dokter, pasien menghembuskan napas terakhir pada Minggu 23 Februari.