Penyebabnya adalah kritik kepada koalisi pemerintahan Pakatan Harapan, yang dinilai kurang mendukung suara etnis mayoritas Melayu dalam pemerintahan terkini. Isu ini diperkirakan menjadi fokus Muhyiddin untuk dapat menguatkan posisinya sebagai Perdana Menteri baru.
Muhyiddin sendiri dilantik di Istana Negara Malaysia, Minggu (1/3/2020) pagi WIB. Seperti dilansir laman Reuters, pemerintahan yang berpihak pada etnis mayoritas diprediksi berpengaruh pada kebijakan ekonomi nasional dan pungutan pajak.
(Fetra Hariandja)