GUNUNGKIDUL - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis potensi cuaca ekstrem akibat keberadaan Badai Ferdinand di Samudra Hindia, yang terdeteksi sejak 24 Februari hingga awal Maret. Meski demikian, nelayan di Gunungkidul belum merasakan ancaman dan masih turun melaut.
"Kondisi gelombang laut masih normal dan nelayan masih melaut seperti biasa," kata Rujimanto, nelayan di Pantai Ngandong, saat dihubungi Harian Jogja, Minggu 1 Maret 2020.
Rujimanto menuturkan, saat ini angin dan gelombang sedikit meningkat karena menurut perhitungan kalender Jawa atau pranata mangsa, angin mulai meningkat seiring datangnya pergantian musim.
"Kami masih menganggap kondisi ini wajar seiring dengan perubahan musim dari musim penghujan ke musim kemarau, dan biasanya gelombang cukup tinggi tapi masih normal," katanya.
Majunya teknologi membuat nelayan bisa mengakses informasi terkini terkait dengan cuaca, sehingga jika ada cuaca ekstrem nelayan bisa langsung mengetahuinya. "Hasil pantauan sampai saat ini belum ada tanda-tanda ancaman gelombang yang tinggi," paparnya.