"Dulu kami mendapat 30 paket dari kementrian, 10 kita berikan kepada RSUD Jayapura, dan sisanya kita berikan kepada Litbangkes Papua, karena mereka juga memeriksa sampel penderita. Sementara Nabire dan Merauke informasi yang kami terima menerima masing-masing 10 Paket APD. Ini masih sangat kurang, karena itu sekali pakai saja," ungkapnya.
Dirinya berharap, dengan sudah adanya dua warga positif covid19 di Bekasi, maka APD harus segera disiapkan, termasuk kelengkapannya.
"Karena ini sangat penting. Tanpa pakaian itu, maka akan sangat riskan kepada petugas kesehatan. Jadi sifatnya urgen. Kalau yang lain saya fikir rumah sakit tinggal melengkapi. APD itu harganya satu jutaan, bisa dianggarkan itu," jelasnya.
Untuk sinergitas penanganan Covid-19, dr. Aron berharap segera dilakukan rapat koordinasi lintas sektor. Karena tidak semuanya soal pencegahan dan penanggulangan dilakukan Dinas Kesehatan.
"Kami harap Gubernur Papua segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor. Baik pemerintahan, maupun swasta. Sehingga jelas, tugasnya masing-masing. Termasuk pengadaan APD. Saya contohkan kalau orang baru datang dari Bandara, itu tugas siapa, lalu orang yang dalam pengawasan itu selama masuk di hotel, maka tugasnya siapa, ini PHRI (Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia, red), bukan lagi kami. Koordinasi itu penting," jelasnya.
(Khafid Mardiyansyah)