Manuela Bolivar, anggota Majelis Nasional yang dikontrol oposisi dalam cuitan di Twitter mengatakan: "Rumah sakit tidak berfungsi, vaksin langka, wanita tidak bisa menyusui karena mereka kekurangan gizi atau membeli susu formula karena itu tidak terjangkau, dan negara menghadapi migrasi paksa karena untuk darurat kemanusiaan.
"Maduro dan semua rejimnya yang mengatakan ini mengalami disosiasi psikologis."
Menurut data badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, antara 2013 dan 2018, 13% anak-anak Venezuela mengalami kekurangan gizi.
Sementara Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengungkapkan, satu dari tiga warga Venezuela berjuang untuk menyediakan cukup makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi minimum.
Pada 2018, salah satu badan amal mengatakan bahwa mereka telah melihat jumlah bayi yang ditinggalkan di jalan-jalan atau ditinggalkan di pintu masuk gedung-gedung publik meningkat sebesar 70% di tengah krisis ekonomi yang terjadi.
(Rahman Asmardika)