DENPASAR - Pasien pengawasan Covid-19 di Bali bertambah lagi. Sebelumnya, pasien pengawasan Covid-19 yang diumumkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mencapai 12 orang.
Menurut Suarjaya, ada tiga lagi pasien pengawasan Korona yang ada dalam status pengawasan. Mereka terdiri dari dua orang WNI dirawat di RSUP Sanglah dan satu orang Slovakia dirawat di RSUD Sanjiwani.
Dua WNI, kata Suarjaya, mempunyai riwayat bepergian ke Malaysia dan Singapura. Sementara warga negara Slovakia berasal dari negaranya. Sehingga kini ada total 15 orang yang ada dalam pengawasan Covid-19.
Meski ada penambahan pasien pengawasan Covid-19, ia mengatakan sudah ada empat hasil tes yang keluar. Sebanyak empat pasien dalam pengawasan dinyatakan negatif Covid-19 sesuai hasil lab dari Litbangkes Jakarta.
Suarjaya merinci, pasien yang dinyatakan negatif Covid-19 masing-masing dua warga negara Denmark di RSUD Sanjiwani Gianyar serta satu warga negara Jepang dan satu WNI di RSUP Sanglah. Sehingga tinggal 11 pasien tersisa yang masih diduga terjangkit Covid-19.
“Orang Jepang yang hasil lab-nya negatif itu yang dulu dirujuk dari RSD Mangusada ke RSUP Sanglah. Sedangkan WNI yang dirawat setelah umrah,” jelasnya seperti dikutip dari Balipost.
Menurut Suarjaya, Litbangkes sebetulnya menjanjikan delapan hasil laboratorium. Namun, baru empat hasil lab yang dikirim.
Dengan adanya tambahan tiga pasien dan empat pasien yang sudah dinyatakan negatif Korona, maka sekarang tersisa 11 pasien dalam pengawasan Covid-19.
Masing-masing, 1 orang di RSUD Sanjiwani Gianyar, 2 di RSUD Tabanan, 1 di RSD Mangusada, 1 di RS Siloam, dan 6 di RSUP Sanglah.
(Khafid Mardiyansyah)