TANGSEL - Kasus pelecehan seksual yang menimpa 2 gadis muda berinisial FA (22) dan RU (24), mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mengantisipasi agar tak terulang, Simkamling kini mulai diberdayakan kembali.
"Saya mendorong siskamling dihidupkan kembali. Sebetulnya sejak peristiwa-peristiwa narkoba, terorisme, saya sudah mendorong. Tapi bukan hanya sekedar orang datang jam 9 malam kemudian bawa kentongan keling-keliling, bukan itu," kata Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel, Sabtu (7/3/2020).
Menurut Benyamin, Siskamling yang efektif bukan lagi hanya terfokus berkumpul di pos ronda. Akan tetapi, kata dia, mengaktifkan sistem yang ada. Artinya diperbantukan dengan Close Circuid Television (CCTV), serta sistem pelaporan online yang terkoneksi dengan panggilan darurat.
"Tetapi bagaimana sistem bisa dibangun, namanya sistem. Misalnya dibantu dengan CCTV, dibantu dengan sistem pelaporan yang secara online. Kalau memang tersambung dengan Comand Room yang di Pemkot atau kepolisian. Jadi model Siskamling yang kekinian," ungkapnya.
Baca juga: Masih Syok, 2 Gadis Korban Pelecehan di Tangsel Belum Lapor Polisi