Istana Pastikan Penanganan DBD Jadi Prioritas di Tengah Serangan Korona

Fahreza Rizky, Jurnalis
Kamis 12 Maret 2020 16:22 WIB
Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA -- Juru Bicara Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia menjamin pemerintah tidak menomorduakan penanganan demam bedarah dengue (DBD) di samping virus korona (Covid-19).

Merujuk data dari Kementerian Kesehatan, ada 17.820 kasus demam berdarah di seluruh Indonesia, dan mengakibatkan 104 orang meninggal dunia. Angka ini lebih banyak daripada Covid-19.

"Selain serius dalam pencegahan mewabahnya korona virus yang merupakan bencana kesehatan global, serta mendapat status gawat darurat dari Badan Kesehatan Dunia, WHO, pemerintah Indonesia juga memprioritaskan penanganan demam berdarah," ujar Angkie kepada wartawan, Kamis (12/3/2020).


(Foto: Juru Bicara Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia/Instagram @angkie.yudistia)

Baca Juga: Awal 2020, Jumlah DBD di Kabupaten Bekasi Tercatat 51 Kasus

Awalnya, enam daerah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah. Namun saat ini tinggal satu daerah yang masih berstatus KLB, yaitu kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur.

"Pemerintah terus memantau perkembangan terkait penanganan demam berdarah yang saat ini dijalankan oleh Dinas Keehatan di setiap daerah. Jika nantinya memerlukan respon khusus, maka pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan segera turun membantu penanganan," jelas Angkie.

(Edi Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya